Minggu, 15 Desember 2019, WIB

Minggu, 04 Nov 2018, 22:04:48 WIB, 336 View Administrator, Kategori : HMB

Penulis: Robi Ahdiya 

Dilansir dari republika.co.id pemerintah provinsi Banten tahun 2018 dan 2019 melakukan empat pilar prioritas penataan destinasi sesuai indikator daya tarik wisatawan yang meliputi aspek infrastruktur, lokasi parkir, akses menuju objek wisata serta pengembangan masyarakat di sekitar destinasi wisata. Upaya yang sedang dilakukan saat ini, salah satunya adalah revitalisasi lokasi wisata ziarah Banten Lama.

Selain itu, fokus lain yang dilakukan pemerintah  penguatan industri pariwisata, ekonomi kreatif, pengembangan sumber daya manusia (SDM) pariwisata dan pemasaran pariwisata. 
Pariwisata menjadi sektor kedua di Banten, yang bisa menjadi sumber baru pertumbuhan ekonomi, karena selama ini tidak teroptimalkan dengan baik sehingga masyarakat Banten tidak sadar akan 
Kekayaan sumber daya alamnya, yang berimplikasi masyarakat tidak mau melakukan inovatif baru dalam mengelola aset pariwisata.

Beberapa kebijakan terkait Wisata Banten dikembangkan dengan cara memanfaatkan potensi dan aset budaya setempat khususnya di Kabupaten Pandeglang seperti ikon wisata Dewi Tanjung Lesung, Sangiang Sira, Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK) yang menjadi pusat perhatian menuju go nasional.

Pemerintah provinsi Banten akan mengembangkan destinasi wisata berbasis pertanian dan geopark, serta wisata bahari. Banten juga mengintegrasikan dan memperkuat citra wisata serta promosi logo Pesona Indonesia dan Exciting Banten dengan penguatan konektivitas digital dilansir laman Tempo.com.

Penulis berpendapat dengan kekayaan alam yang melimpah di Banten, masyarakat harus melek tersadarkan dalam ikut serta membangun bersama pemerintah setempat bukan hanya sebagai penonton menyaksikan dalam kemajuan daerahnya.

Berbagai fenomena pariwisata yang ada di Banten akan menjadi tombak ekonomi kerakyatan untuk masyarakat dengan menjaga nilai-nilai kearifan lokal. Karena seriring di zaman modernisasi dengan masuknya para wisatawan luar yang datang ke Banten akan mendongkrak nilai ekonomi tinggi, tetapi disisi lain akan masuknya budaya asing yang akan berdampak buruk terjadinya degradasi moral dikalangan masyarakat khususnya kaum muda.Dalam menyikapi hal ini masyarakat harus siap dengan kekuatan kesadaran kolektif dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas dan peka terhadap problem yang terjadi ditengah-tengah rakyat.

Dimulai dari kesadaran pribadi yang ditransformasikan kepada masyarakat tentang perlunya kita menjaga kelestarian lingkungan supaya tidak merusak ekosistem yang ada, maka pemahaman dan penghayatan yang dalam juga harus berjalan beriringan atas cita-cita pemerintah dengan keinginan masyarakat.

Keharmonisan ide gagasan ini haruslah bertemu dalam keseimbangan sehingga kedua elemen yaitu pemerintah dan masyarakat harus saling bekerjasama mewujudkan kemajuan di Banten khususnya dalam bidang pariwisata. Dalam meningkatkan kemajuan di Banten penulis membagi dua faktor yang dapat mempengaruhi diantaranya :

Pertama, Faktor internal adalah dorongan dari dalam yang dapat menopang kemajuan hal ini meliputi kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM) lokal dalam menghadapi tantangan global, maka harus siap menerima kebaharuan yang direlevansikan dengan kondisi zaman.

Kedua, Faktor eksternal adalah dorongan dari luar yang meliputi budaya luar yang dapat memberikan masukan positif dan negatif. Pengaruh positif ini dapat kita adopsi dan bisa diterapkan sebagai kebaruan yang belum ada (ilmu pengetahuan), tetapi kita harus menjaga masuknya arus negatif yang dapat menimbulkan keburukan.





Tuliskan Komentar