Minggu, 17 November 2019, WIB

Rabu, 14 Agu 2019, 14:06:44 WIB, 316 View Administrator, Kategori : Opini

Opini - Bagaikan anak di tinggal induknya !. Begitulah nasib Desa - desa di Kecamatan Tanara, semacam tidak diperdulikan lagi, tidak ada program pemerdayaan bagi para pemuda desanya untuk menggali potensi lokal yang tersembunyi.

Sebelumnya, Tanara adalah bagian dari Kecamatan Tirtayasa. Namun, setelah memutuskan untuk memisahkan diri dari Kecamatan Tirtayasa akhirnya terciptalah pemerintahan baru, yakni Kecamatan Tanara.

Tanara, setelah menjadi kecamatan baru tentu mengalami banyak kendala, salah satunya di bidang pemerdayaan masyarakat. Selama ini kegiatan - kegiatan yang mempersatukan antar Desa ditiadakan begitu saja.

Seperti kita ketahui, bahwa Kecamatan Tirtayasa setiap tahun menjelang 17 agustus begitu ramai, antusias serta semangat dalam menyambut hari kemerdekaan Indonesia. Berbagai kegiatan masyarakat telah berjalan dengan baik, beragam pentas persahabatan antar Desa yang begitu produktif untuk mengasah potensi masyarakat khusunya para kaum pemuda untuk mengembangkan bakat-bakat lokal unggul.

Beda halnya dengan Kecamatan Tanara saat ini, hanya menjadi penonton belaka, para pemuda kini miris terbelenggu bakatnya karna tidak punya wadah untuk mengembangkan potensi yang dimilikinya.

Disisi lain fasilitas umum yaitu sebuah lapangan yang seharusnya dimiliki setiap Kecamatan untuk berbagai acara, di Kecamatan Tanara lapangan saja masyarakat harus bertanya-tanya ada apa tidaknya ?.

Di moment bersejarah 17 agustus dimana hari kemerdekaan bangsa kita yang mestinya kita rawat dan mengisi kemerdekaan tersebut secara bersama-sama agar hubungan antar masyarakat desa terjaga keharmonisannya.

Namun kemerdekaan tersebut bagaikan tidak ada artinya bagi Desa - desa di Kecamatan Tanara. Sepertinya tidak ada ghairah untuk mengisi kemerdekaan tersebut, begitu monoton dan tidak mau berupaya untuk bisa mempersatukan masyarakatnya.

Bagaimana mau menggali potensi ?, sementara Kecamatannya saja tidak menyediakan wadah untuk perkembangan para pemuda desa, pihak Kecamatan Tanara tidak punya inisiatif untuk mempersatukan masyarakatnya.

Kami pemuda desa menginginkan perubahan agar potensi yang dimiliki oleh kami berkembang juga terjalinya silaturahmi antar desa berjalan dengan baik serta terjaga harkat martabat desa maupun kecamatan.

Penulis: Sanwani
Kader Himpunan Mahasiswa Banten (HMB) Jakarta





Tuliskan Komentar