Kamis, 23 Mei 2019, WIB

Minggu, 31 Mar 2019, 08:35:52 WIB, 46 View Administrator, Kategori : Umum

Ilmuwan : Sabotase Penemuan Brilian

 

Hmbjkt(Ciputat),- Pada tahun 1883 seorang ilmuwan Serbia muda bernama Nikola Tesla bekerja untuk divisi Eropa Perusahaan Kontinental Edison. Tesla adalah seorang pencipta brilian, dan Charles Batchelor, seorang manajer pabrik dan teman pribadi Thomas Edison, membujuknya agar sebaiknya ia mengadu nasib di Amerika dan memberinya surat perkenalan kepada Edison sendiri. jadi, dimulailah kehidupan penuh kesengsaraan dan penderitaan yang berlanjut hingga kematian Tesla.

Ketika Tesla bertemu Edison di New York, si pencipta yang terkenal itu mempekerjakan secara langsung. Tesla bekerja 18 jam sehari, menemukan berbagai cara untuk memperbaiki dinamo  Edison yang primitif. Akhirnya ia menawarkan diri mendesain ulang secara total dinamo itu. Bagi Edison, sepertinya hal ini merupakan tugas menumental yang bisa berlangsung selama bertahun - tahun tanpa ada hasil apa - apa, tetapi ia memberitahu Tesla , "Ada uang lima puluh ribu dolar didalamnya untukmu jika kau bisa melakukannya." Tesla bekerja keras siang - malam untuk mengerjakan proyek itu dan setahun kemudian ia menghasilkan versi dinamo Edison yang jauh lebih baik, lengkap dengan kendali otomatis. Ia menghadap Edison untuk menyampaikan berita baik itu dan menerima uang $50.000. Edison merasa senang dengan perbaikan itu, karena ia dan perusahaannya akan menerima pujian atas temuan itu, tetapi bila menyangkut persoalan uang, ia memberitahu pria Serbia muda itu, "Tesla, kau tidak mengerti humor orang Amerika !" dan malah memberinya kenaikan gaji yang kecil.

Obsesi Tesla adalah menciptakan sistem arus listrik alternating-current (AC: Arus bolak balik). Edison yakin akan sistem direct-current (DC), dan bukan Hanya menolak mendukung riset Tesla, tetapi juga di kemudian hari berusaha sekuat tenaga untuk menyabotnya. Tesla menerima bantuan kepada tokoh terkemuka Pittsburgh, George Westinghouse, yang telah membuka perusahaan listriknya sendiri. Westinghouse mendanai total riset Tesla dan menawarkan padanya kesepakatan royalti yang murah hati dari keuntungan yang diperoleh di masa depan. Sistem AC yang dikembangkan Tesla masih menjadi standar sistem arus listrik masa kini - tetapi setelah berbagai paten didaftarkan atas namanya, Para ilmuan lain datang untuk mengakui ciptaan itu dan menyatakan bahwa mereka telah meletakan dasar - dasar untuknya. Nama Tesla hilang di tengah - tengah kericuhan itu, dan publik malah menghubung - menghubungkan ciptaan itu dengan Westinghouse sendiri.

Setahun kemudian Westinghouse terjebak dalam tawaran pengambilan alih perusahaan dari J.Pierpont Morgan, yang memaksanya membatalkan kontrak royalti murah hati yang telah ditandatanganinya dengan Tesla. Westinghouse menjelaskan kepada si ilmuwan bahwa perusahaannya tak bisa bertahan jika harus membayar royalti secara total padanya; ia membujuk Tesla untuk menerima tawaran pembelian hak - hak patennya seharga $216.000 - Jumlah uang ini memang besar, tetapi jauh lebih kecil daripada nilai hak - hak patennya pada saat itu, yaitu $12 juta. Para ahli keuangan ini telah melucuti Tesla dari kekayaannya, hak-hak patennya, dan pada dasarnya pujian atas ciptaan terhebat sepanjang karirnya.

Nama Guglielmo Marconi selalu dihubungkan dengan penciptaan radio. Tetapi hanya sedikit orang yang tahu bahwa saat menghasilkan ciptaannya, ia menyiarkan sinyal ke seberang Terusan Inggris pada tahun 1899 - Marconi memanfaatkan hak paten yang telah didaftarkan Tesla pada tahun 1897, dan bahwa hasil karyanya tergantung dari riset Tesla. Sekali lagi Tesla tidak menerima uang dan pujian. Tesla menciptakan mesin induksi dan juga sistem energi AC, dan ia adalah "pencipta radio" yang sesungguhnya. Namun demikian, tidak ada satu pun temuan ini yang dihubung-hubungkan dengan namanya. Pada usia tuanya ia hidup miskin.

Pada tahun 1917, selama tahun - tahun terakhir hidupnya ditengah kemiskinannya, Tesla diberitahu bahwa ia akan menerima Medali Edison dari American Institute of Electrical Engineers. Ia menolak menerima medali itu.

"Anda menawarkan," Ucap Tesla, "menghormatiku dengan suatu medali yang bisa ku sematkan di jaketku dan aku bisa berkeliling dengan bangga selama satu jam yang kusia-siakan dihadapan anggota institute anda. Anda ingin menghiasi tubuhku dan terus membiarkanku kelaparan, karena anda gagal memberi pengakuan kepada benakku serta produk - produk kreatif benakku yang telah memberikan landasan keberadaan sebagian besar institut anda," Bongkar Tesla.

Pandangan :
Banyak orang memiliki ilusi bahwa ilmu pengetahuan, yang berurusan dengan fakta, terhindar dari persaingan picik yang mendera penduduk lain di dunia ini. Nikola Tesla adalah salah satu orang seperti itu. Ia yakin bahwa ilmu pengetahuan tidak ada hubungan apa pun dengan politik, dan ia menyatakan bahwa ia tidak memperdulikan ketenaran dan kekayaan. Tetapi, saat ia semakin tua, hal ini merusak hasil karya ilmiahnya. Karena ia tak dihubung - hubungkan dengan temuan tertentu, ia tak bisa menarik perhatian investor apa pun kepada banyak idenya. Selagi ia merenungkan ciptaan - ciptaan hebat bagi masa depan, orang lain mencuri hak - hak paten yang sudah ia kembangkan dan malah menerima pujian.

Tesla ingin melakukan segalanya sendiri, tetapi dalam prosesnya, ia malah kelelahan dan singkirkan.

Edison adalah kebalikan Tesla. Edison sesungguhnya bukan ilmuwan pemikir atau pencipta yang terlalu hebat; ia pernah berkata bahwa ia tidak perlu menjadi seorang ahli Matematika karena ia selalu bisa mempekerjakan para ahli matematika. Itulah metode utama Edison. Sesungguhnya Edison adalah seorang pengusaha dan ahli publikasi yang mahir mengetahui trend dan peluang yang ada di dunia luar, kemudian mempekerjakan orang terbaik di bidangnya untuk bekerja keras untuknya. Jika perlu, ia bersedia mencuri dari para pesaingnya. Namun demikian, namanya jauh lebih dikenal daripada nama Tesla dan dihubung - hubungkan dengan lebih banyak ciptaan.

Ada yang punya pandangan lain ?, Monggo !.
(adminhmbjkt).



Minggu, 31 Mar 2019 Ilmuwan : Sabotase Temuan Brilian


Tuliskan Komentar