Minggu, 15 Desember 2019, WIB

Jumat, 11 Jan 2019, 13:32:59 WIB, 257 View Administrator, Kategori : HMB

Himpunan Mahasiswa Banten (HMB) Jakarta memberikan rekomendasi terkait program pemulihan ekonomi masyarakat pesisir pasca tsunami Selat Sunda. kepada Dinas Pariwisata Pemerintah Provinsi Banten. Rekomendasi ini diberikan menjelang Rapat Koordinasi dengan Kementerian Pariwisata.

Program pemulihan mata pencaharian di laut Banten merupakan inisiatif dari hasil kajian HMB Jakarta melalui tim kajian “Banten Beach Livelihoods Recovery Programme”. Inisiatif ini untuk membantu masyarakat pesisir Banten yang terkena dampak tsunami Selat Sunda.

Rizki Irwansyah, Sekretaris Umum HMB Jakarta mengatakan, terhitung lebih dari dua pekan pasca tsunami Selat Sunda menghantam wilayah pesisir Banten, aktifitas di laut dan pantai Banten mati total. Selain meninggalkan trauma psikis yang mendalam bagi masyarakat pesisir, peristiwa itu juga mengakibatkan terputusnya mata rantai ekonomi masyarakat Banten.

“Terputusnya mata rantai ekonomi masyarakat Banten harus di sikapi dengan jelas,” ujarnya Rizki Irwansyah usai memberikan rekomedasi tersebut ke Dinas Parisiwasta Pemprov Banten, Kamis, (10/01/2019).

Ada sebanyak delapan rekomendasi program yang diberikan HMB Jakarta kepada Pemprov Banten. Delapan program tersebut terdiri dari program jangka pendek dan jangka panjang.

Untuk program jangka pendek yaitu,  meminta BMKG untuk mengeluarkan pernyataan resmi bahwa laut Selat Sunda sudah aman dan meminta BMKG segera melakukan pemasangan alat pendeteksi tsunami di laut Selat Sunda. Kemudian optimalisasi Nelayan dan Petani serta pembukaan lowongan kerja bagi masyarakat terdampak tsunami.

Sementara untuk program jangka panjang adalah membuat regulasi kebijakan untuk melakukan promosi besar-besaran destinasi wisata laut Banten dan memberikan pelatihan dan pembinaan pedagang; membentuk pedagang ramah wisata. Selanjutnya membuat regulasi regulasi untuk menata ulang kawasan wisata dan penanaman pohon mangrove.

Dalam kesempatan yang sama, Muhammad Fahri yang juga anggota HMB Jakarta mengatakan, Banten Beach Livelihoods Recovery Programme bisa membantu Pemerintah Provinsi Banten dalam membangkitkan ekonomi masyarakat pesisir Banten yang terpuruk. Sehingga aktivitas di pesisir pantai Banten bisa pulih dengan cepat.

”Saya berharap Banten Beach Livelihoods Recovery Programme mampu memberikan pencerahan kepada pemerintah untuk membangkitkan ekonomi masyarakat pesisir di Banten”

Sementara itu, Widiyo, Sekertaris Dinas Pariwisata Banten menanggapi rekomendasi HMB mengatakan, program yang di tawarkan oleh tim kajian HMB Jakarta sejalan dengan rencana Dinas Pariwisata Provinsi Banten menghadapi pasca tsunami Selat Sunda di Banten.

“Saya apresiasi kerja keras tim Kajian HMB Jakarta dalam upaya memulihkan matapencharaian masyarakat pesisir Banten. Rekomendasi yang di berikan temen-temen mahasiswa sangat In line dengan rencana Dinas Parawisata Provinsi Banten”, ujar Widiyo.

Sehingga lanjut Widiyo, sehinggga temen-temen harus mengikuti Rapat Koordinasi Kementrian Pariwisata yang akan di laksanakan di Hotel Marbela-Anyer.

Tsunami yang menghantam wilayah Banten dan Lampung terjadi pada hari Sabtu, (22/12/2018). Total korban meninggal dunia akibat tsunami ini mencapai 431 orang, 7.200 orang luka-luka, 15 orang hilang, dan 46.646 orang mengungsi, dan korban terbanyak di Pandeglang.[]





Tuliskan Komentar