Minggu, 17 November 2019, WIB

Rabu, 24 Jul 2019, 02:02:24 WIB, 360 View Administrator, Kategori : Umum

(Berita),- Pada Minggu 14 Juli 2019 sekitar 7000 ton Batubara didalam Tongkang BG Nautika telah tumpah ke laut Pandeglang, tepatnya di perairan selatan ujung Pulau Jawa, Kecamatan Cimanggu, Kabupaten  Pandeglang-Banten. Kejadian tersebut  meresahkan banyak pihak khususnya masyarakat Pandeglang. (23/7/19).

Pasalnya, pemerintah daerah setempat dalam hal ini hanya diam menanggapi permasalahan ini. 

Merespon kejadian tersebut, Himpunan Mahasiswa Banten (HMB) Jakarta mengecam Pemerintah Provinsi Banten untuk segera mengambil tindakan tegas. Karena kejadian itu telah merusak ekosistem laut, pencemaran lingkungan, merugikan nelayan dan masyarakat sekitar. Demikian disampaikan Awadudin Angkrih selaku Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Banten (HMB) Jakarta saat dimintai keterangan, Senin (22/7) di Sekretariat Himpunan Mahasiswa Banten (HMB) Jakarta. 

"Kami menuntut agar pemerintah Provinsi Banten angkat bicara mengusut tuntas persoalan tumpahnya 7000 ton Batubara diperairan laut Pandeglang," tegasnya.

Dalam hal ini, lanjut Awad, Pemda sebaiknya berani mengambil sikap tegas, untuk segera membuat surat pernyataan agar memberhentikan Perusahaan Batubara yang tumpah diperairan laut pandeglang.

"Pemda saharusnya tegas dong, karena kejadian itu sering terjadi. Ini sudah jelas menimbulkan banyak dampak buruknya terhadap ekosistem laut  jika terus dibiarkan terjadi seperti ini,"

Ia juga mengatakan, proses pengiriman Batubara di laut Pandegelang wajib di audit secara keseluruhan oleh Pemrov Banten.

"Jika tuntutan ini tidak di respon, kami mengambil sikap aksi ke Pemerintah Provinsi Banten agar proses pengiriman Batubara dilaut Pandeglang di audit secara keseluruhan, kalau masih bermasalah, harus diberhentikan". Tegasnya. 

Red: Siti Mahfudzoh 
(Ketua Bidang Keilmuan HMB Jakarta)




Tuliskan Komentar