Selasa, 23 Oktober 2018, WIB

Jumat, 08 Jun 2018, 13:00:52 WIB, 68 View Administrator, Kategori : HMB

Tarif bus jurusan Labuan-Jakarta dikeluhkan oleh Sekretaris Umum Himpunan Mahasiswa Banten (HMB) Jakarta, Deni Iskandar lantaran ditengarai tidak stabil dan tidak sesuai dengan ketentuan pemerintah dalam musim lebaran tahun ini.

Oleh karenanya, dia mengharapkan baik pemerintah provinsi Banten dan pemerintah daerah kabupaten Pandeglang secepatnya melakukan rapat koordinasi dengan pihak perusahaan otobus (PO).

“Baik pemerintah provinsi maupun pemerintah daerah kabupaten Pandeglang, seharusnya segera melakukan rapat koordinasi, dengan pihak perusahaan otobus atau P.O, untuk merumuskan tarif bus menjelang hari lebaran dan pasca lebaran, agar stabil,” kata Deni Iskandar.

Deni mengungkapkan setiap menjelang lebaran maupun pasca lebaran, tarif bus jurusan Labuan – Jakarta, selalu tidak stabil, dan mengalami kenaikan sangat tinggi. “Itu setiap lebaran, tarif bus labuan – Jakarta, selalu mengalami kenaikan, dan itu sangat tidak sesuai dengan aturan pemerintah, baik pemda maupun pemprov,” keluh Deni kepada tangerangonline.id.

Besaran tarif angkutan lebaran bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) ini, pada tahun 2015, sebesar 55.000,- kenaikan ini ditetapkan oleh pemerintah. Sementara itu, pada tahun 2017, besaran tarif angkutan bus jurusan Labuan – Jakarta, meningkat sebesar 80.000 Rupiah.

Meskipun pemerintah sudah menetapkan tarif bus, ungkap Deni, dalam prakteknya ketetapan dan kebijakan tersebut tidak dijalankan dengan baik. “Kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah itu, dalam prakteknya, memang tidak dijalankan oleh kondektur-kondektur bus, nah seharusnya Dishub ini juga melakukan controling dengan baik, agar kebijakan itu berjalan maksimal,” tutur Deni.

Berdasarkan Surat Keputusan (SK) Kementerian Perhubungan tahun 2018, tentang batas kenaikan tarif angkutan umum, pemerintah provinsi Banten, pada tahun 2018 telah menetapkan, kenaikan tarif hanya 30 persen. 





Tuliskan Komentar